Pengertian Biologi Sel

Bookmark and Share
Pengertian
Biologi sel adalah suatu cabang ilmu biologi yang mempelajari tentang struktur dan fungsional sebuah sel. ‘Bios’ berarti hidup, ‘logos’ berarti ilmu dan ‘cella’berarti sel atau ruang. Jadi, biologi sel dapat diartikan sebagai ilmu yang mempelajari tentang kehidupan sel.

Konsep Umum Sel
Sel merupakan suatu kesatuan structural, fungsional dan herediter terkecil yang menyusun makhluk hidup. Semua organisme, baik tumbuhan, hewan maupun mikroba tubuhnya terdiri dari sejumlah sel dengan segala proses biologi yang terjadi di dalamnya. Sel pada organisme multiseluler yang satu akan berhubungan dengan sel yang lain untuk melakukan fungsinya secara fisiologis yang akan menjadi ciri dari kumpulan sel atau jaringan tersebut.

Ukuran dan bentuk sel sangat bervariasi mulai dari yang berukuran mikroskopis seperti sel bakteri Escherichia coli yang berdiameter sekitar 1 mikron sampai yang berukuran sangat besar seperti sel berkas pengangkut pada tanaman berkayu (panjangnya sekitar 17 meter). Suatu konsep yag harus selalu diingat adalah bahwa semua sel berasal dari sel yang ada sebelumnya.

Sejarah Penemuan Sel
Pada tahun 1665: Robert Hooke menemukan bahwa gabus terdiri dari ruang-ruang kosong yang dibatasi dinding. Olehnya ruang tersebut dinamakan sel (cell). Dialah orang yang pertama kali yang mengamati sel.

Pada tahun 1674: Anthony van Leuvenhook menemukan bahwa mikroorganisme terdiri dari suatu massa yang hidup. Kemudian beberapa ilmuan lainnya yaitu Oken (1805), Lamarck (1809) dan Dütrochet (1824) menyatakan bahwa semua individu terdiri dari sel.

Pada tahun 1938 – 1939 M, dua orang ahli biologis berkebangsaan Jerman, yaitu M.J.Schleiden (ahli Botani) dan Theodore Schwann (ahli Zoologi) adalah orang yang pertama kali menyatakan semua tanaman dan hewan terdiri dari sel. Menurut mereka sel adalah unit struktural dan unit fungsional dari organisme hidup. Felix Durjadin (Prancis, 1835) meneliti beberapa jenis sel hidup dan menemukan isi dalam rongga sel tersebut yang penyusunnya disebut Sarcode. Kemudian Johanes Purkinje (1787-1869) mengadakan perubahan nama sarcode menjadi Protoplasma. Max Shultze (1825-1874) seorang ahli anatomi menyatakan bahwa protoplasma merupakan dasar fisik kehidupan. Robert Brown (Scotlandia, 1831) menemukan benda kecil yang melayang-layang pada protoplasma yaitu inti (nucleus). Rudolf Virchow, seorang ahli fisika yang menemukan bahwa sel itu membelah-belah dan menghasilkan sel anakan, yang kemudian pada tahun 1855 mengusulkan bahwa sel merupakan kesatuan pertumbuhan (omne celulla e celulla = bahwa setiap sel berasal dari sel sebelumnya).


(BFD)